Pentagon Ingin Drone Berpangkalan di Pesawat Besar

Pentagon Ingin Drone Berpangkalan di Pesawat Besar

Predator B, salah satu drone paling canggih Amerika
Predator B, salah satu drone paling canggih Amerika

Pentagon sedang mencari cara untuk membuat basis bagi sejumlah drone mereka di pesawat terbang besar. Dari pesawat ini drone akan pergi dan kembali setelah mereka melakukan misi intelijen, pengawasan dan pengintaian di daerah yang sulit dijangkau.

Upaya pencarian tersesebut sudah dirilis sebagai sebuah permintaan baru dari Defense Advanced Research projects Agency (DARPA). Permintaan informasi yang dirilis akhir pekan dengan syarat untuk bisa menempatkan drone di pesawat besar seperti bomber B-52, B-1 atau pesawat angkut C-130. Drone kecil itu kemudian akan terbang dari pesawat yang lebih besar, melakukan misi mereka dan kembali ke pesawat, yang kemudian akan mampu terbang jauh dari wilayah konflik.

“Badan ini membayangkan sebuah pesawat besar dengan modifikasi minimal, bisa meluncurkan dan memulihkan beberapa sistem tak berawak kecil dari jarak kebuntuan,” permintaan untuk informasi mengatakan.

C-130 yang bisa dimodifikasi untuk basis drone
C-130 yang bisa dimodifikasi untuk basis drone

Drone terus memainkan peran lebih besar dalam operasi militer AS, termasuk penerbangan di Afrika dan Timur Tengah untuk mencari kelompok teroris. Permintaan terbaru DARPA adalah bagian dari serangkaian program penelitian yang bertujuan mengembangkan pesawat dan senjata yang akan memungkinkan pasukan AS untuk bisa menutupi jarak yang cukup jauh untuk sampai ke daerah-daerah pesisir dan lainnya yang sering dikuasai pasukan musuh.

Awal tahun ini, DARPA merilis permintaan untuk rudal jarak jauh antikapal yang akan memecah pertahanan saingan potensial seperti China dan Iran, serta drone bawah air yang akan berbasis kapal selam yang lebih besar. Rencana DARPA lain akan memungkinkan beberapa drone untuk berkomunikasi satu sama lain secara mandiri tanpa stasiun pusat di darat.

 

Sumber: Military News