For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Jerman Hentikan Pembangunan Kapal  Arab Saudi

Kapal yang dipesan Arab Saudi

Galangan kapal Jerman Luerssen telah menghentikan produksi kapal penjaga pantai yang dipesan Arab Saudi di tengah ketidakpastian seputar masa depan kesepakatan senjata Berlin dengan Riyadh.

Kanselir Jerman Angela Merkel bulan lalu mengumumkan bahwa Berlin tidak akan lagi mengeluarkan lisensi ekspor senjata sampai Riyadh muncul dengan penjelasan yang memuaskan tentang pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khasoggi di konsulat kerajaan di kota Istanbul Turki.

Keputusan tersebut mempengaruhi Luerssen, sebuah perusahaan milik swasta yang lima tahun lalu mendapat kontrak untuk membangun kapal patroli pantai untuk Arab Saudi.

Perusahaan itu mengumumkan pada hari Kamis 8 November 2018 bahwa pembangunan di Peene Shipyard telah dihentikan hampir dua tahun setelah proyek tersebut dijalankan. Akibatnya 300 pekerja galangan kapal itu juga diberhentikan untuk sementara.

“Menangguhkan konstruksi dan memotong jam kerja sebagai konsekuensi langsung adalah pukulan berat bagi kami,” kata pejabat galangan kapal Harald Jaekel dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Reuters. Perusahaan itu juga menambahkan, kondisi ketidakpastian ini membuat perencanaan produksi tidak mungkin

Arab Saudi telah menjadi salah satu pembeli utama senjata dan dinas militer Jerman. Tahun ini saja, Berlin telah menyetujui kontrak senilai 400 juta euro dengan Ryadh yang menjadikan membuat Arab Saudi menjadi pembeli senjata Jerman terbesar kedua setelah Aljazair.

Awal pekan ini, Arab Saudi dan Spanyol juga menandatangani perjanjian untuk meluncurkan usaha patungan untuk memproduksi lima korvet Avante 2200 lengkap dengan Sistem Manajemen Tempur untuk militer Saudi.

Kesepakatan senilai US$2,2 miliar ditandatangani saat kunjungan Pangeran Saudi Muhammad bin Salman ke Spanyol pada April tahun lalu, di mana ia bertemu dengan Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles. Spanyol tetap melanjutkan hubungan militer dengan rezim Riyadh setelah pembunuhan Khashoggi.

Pada September lalu, Madrid mengatakan akan menghentikan kesepakatan 2015 untuk menjual 400 presisi laser dipandu ke Arab Saudi karena peran Riyadh dalam perang Yaman, yang telah menewaskan puluhan ribu warga Yaman sejak awal tahun 2015.

Langkah itu membuat marah para pejabat Saudi, yang dilaporkan mengancam akan membatalkan perjanjian korvet dengan  galangan kapal milik negara Spanyol Navantia hingga mengancam hilangnya 6.000 pekerjaan di sebuah negara dengan salah satu tingkat pengangguran tertinggi di Eropa. Akibatnya Spanyol tak berani melanjutkan langkahnya dan tetap mengirim senjata ke Arab Saudi.

Facebook Comments