For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Harga Sayur Mahal, Angkatan Udara Filipina Kerahkan 2 Pesawat Hercules

C-130 Hercules Filipina

Pemerintah Filipina mengerahkan pesawat angkut Angkatan Udara Filipina untuk mengangkut buah-buahan dan sayuran ke Metro Manila dari Mindana.  Sebuah langkah mahal dalam upaya menyediakan kebutuhan warga yang murah.

Sebagaimana dilaporkan Philstars Selasa 2 Oktober 2018, Menteri Pertanian Manny Piñol pada tanggal 22 September mengumumkan bahwa dua C-130 Angkatan Udara terbang dari General Santos City dan Davao City untuk mengangkut makanan ke Metro Manila sebagai bagian dari Program Food Skyway Filipina.

“Program ini dilakukan untuk menurunkan harga sayuran di pasar Metro Manila yang melonjak setelah Topan Ompong,” kata Piol dalam posting Facebook.

Pinol mengatakan, Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana berkomitmen pesawat militer ini juga akan digunakan untuk mengangkut makanan ke Lembah Cagayan dan Ilocos setelah Topan Ompong.

“Wortel yang dibawa dari Bukidnon dijual dengan harga hanya 100 peso, sementara kubis adalah 80 peso per kilogram di Tambang TienDA dan Outlet Nelayan di kompleks Biro Industri Tanaman di Malate, Manila,” kata Piol.

Pemerintah berkomitmen untuk menanggung biaya pengangkutan barang-barang kebutuhan pokok dari daerah-daerah produksi yang terpencil ke pusat-pusat kota. Meski tentu saja hal itu tidak murah.

Menurut studi Korporasi Rand, biaya operasi pesawat C-130 termasuk faktor-faktor seperti personel, dukungan materiel, pemeliharaan menengah, pemeliharaan depot, dukungan kontraktor, dukungan pemeliharaan dan personil.

“Ada harga khusus untuk setiap kategori sumber daya, sering dikaitkan dengan pesawat tertentu (seri desain misi) yang sedang dievaluasi. Dengan demikian, pilot dapat menerima imbalan yang sama seperti petugas lainnya, tetapi biaya pelatihan mereka biasanya jauh lebih tinggi, dan biaya pelatihan seorang pilot pesawat tempur biasanya melebihi biaya pelatihan pilot pesawat angkut, “tulis studi tersebut.

Laporan Business Insider mengindikasikan bahwa Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika menghabiskan US$ 6.604 atau hampir Rp100 juta per jam dalam mengoperasikan pesawat Hercules C-130H.  Angka-angka ini didasarkan pada laporan tahunan 2016 dari Kantor Pengawasan Pertahanan Amerika.

Waktu tempuh dari General Santos City dan Davao City ke Manila berkisar antara 1,5 hingga 2 jam. Ini berarti bahwa perjalanan pulang pergi untuk satu pesawat C-130 akan menelan biaya sekitar Rp400 juta. Jika dua pesawat maka akan sekitar Rp800 juta biaya yang harus ditanggung pemerintah

Jose Antonio Custodio, seorang sejarawan militer dan analis pertahanan, mengatakan pesawat akan membutuhkan pemeliharaan yang luas untuk operasi semacam ini.

“Terlepas dari kargo, yang penting adalah keausan karena misi  jadi awak perawatan harus siap menghadapi kemungkinan perlunya perawatan yang ekstensif, terutama setelah operasi harian yang lama,” kata Custodio kepada Philstar.com.

Angkatan Udara Filipina memiliki lima C-130 pada Oktober 2016 ketika sebuah sebuah unit baru tiba dari Amerika.

Penggunaan pesawat pribadi juga akan dikenakan biaya yang berbeda. Piñol mengatakan sebuah perusahaan swasta yang memiliki dua pesawat kargo Boeing 727, juga disewa untuk proyek tersebut.

Seorang pilot komersial yang dibicarakan Philstar.com terkejut dengan pengumuman itu, mengatakan bahwa pesawat 727 memang pernah digunakakn untuk mengangkut kargo di masa lalu, “tetapi operasi itu dihentikan sekitar tahun 2010.”

Facebook Comments