For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kenapa Typhoon Spanyol Bisa Tanpa Sengaja Menembakkan Rudal?

Eurofighter Typhoon Spanyol / WIkipedia

Eurofighter 2000 atau yang juga dikenal sebagai Typhoon milik Angkatan Udara Spanyol melakukan kesalahan fatal dengan secara tidak sengaja menembakkan rudal udara ke udara AIM-120. Pesawat kembali ke Pangkalan Udara Siauliai di Lithuania, tetapi rudal belum ditemukan.

Penyelidikan terkait insiden yang terjadi Selasa 7 Agustus 2018 tersebut memang baru saja dimulai, tetapi bagaimana bisa sebuah jet tempur modern bisa membuat kesalahan serius seperti itu?

Eurofighter adalah pesawat yang cukup cerdas dan pilot tidak bisa hanya bersandar pada tongkat kendali atau menekan satu tombol untuk menembakkan rudal. Pesawat Spanyol memiliki sistem kontrol persenjataan atau armament control system (ACS) yang merupakan bagian dari otak pesawat yang mengendalikan tembakan rudal.

Panduan penerbangan pesawat tempur itu membuatnya sangat jelas bahwa menembakkan rudal udara ke udara membutuhkan beberapa interaksi antara pilot, pesawat tempur, dan persenjataan.

Pesawat mengirimkan data tentang arah dan kecepatan target ke rudal sebelum diluncurkan. Panduan menjelaskan bahwa membuat bidikan ini jelas dilakukan dengan sangat disengaja dan diatur oleh suatu proses:

“Sistem ini menghitung rentang senjata minimum dan dua maksimum, yang ditandai pada skala sebagai garis horizontal. Dua rentang maksimum berbeda dengan satu rentang didasarkan pada target yang tersisa di 1g sementara yang lain mengasumsikan bahwa target akan melakukan manuver melarikan diri,” tulis Popular Mechanics.

Namun, ada kalanya seorang pilot mungkin perlu mengambil bidikan cepat. Pilot menyebut hal ini dengan menembakkan rudal dalam “mode bore.” Menurut literature resmi, Eurofighter dapat melakukan ini.  “Lingkaran diameter memiliki enam garis dan berpusat pada LFD, menunjukkan area di mana AMRAAM akan mencari ketika diluncurkan dalam mode visual (7,5 ° di sekitar bore sight yang dikenal sebagai the acquisition cone.”

Tapi ini adalah langkah berbahaya, yang diambil hanya ketika seorang pilot kalah jumlah oleh pesawat lawan, karena rudal itu mengunci ke ancaman pertama yang dilihatnya. Gagasan bahwa seorang pilot NATO mengambil langkah-langkah ini secara kebetulan tampaknya jauh.

Insiden di Eropa jelas akan diteliti dengan ketat, dengan penyelidik mencari apakah ini masalah manusia, bug komputer kontrol penerbangan, atau penyebab potensial lainnya.

 

Facebook Comments