Akui di Bawah Tekanan Kuat Amerika, Rusia Mulai Bangun Su-35 Indonesia

Ajudan Presiden untuk Kerjasama Militer dan Teknik Rusia Vladimir Kozhin mengatakan Rusia telah mulai menerapkan kontrak pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 ke Indonesia. Moskow juga berterimakasih kepada Jakarta yang tetap membeli jet tempur ini di tengah tekanan negara lain.

Kozhin mengatakna negara-negara lain mendapat tekanan saat mereka bersiap menandatangani kontrak dengan Rusia dalam pengiriman persenjataan.

“Kami berterima kasih kepada pimpinan militer dan politik Indonesia atas posisi mereka yang kokoh, yang mereka tidak takut untuk menyatakan secara terbuka, termasuk kepada  Amerika,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Rossiya-24 TV Channel Senin 12 Maret 2018 dan dikutip TASS. Dia mengatakan bahwa tekanan terhadap Indonesia “sangat besar. ”

“Kontrak ini disiapkan selama dua tahun, ini adalah kontrak yang rumit, jet tempur modern Su-35 semuanya dipersiapkan,” kata Kozhin.

Menurut Kozhin ketika semuanya sudah siap,  Amerika masuk dan memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada pihak Indonesia untuk mencegah agar kontrak ini tidak dilanjutkan.

“Namun demikian, kontrak telah ditandatangani dan kami mulai menerapkannya,” kata pembantu presiden tersebut.

Menanggapi pertanyaan tentang apakah Rusia memberikan potongan harga kepada pembeli senjata, Kozhin menjawab: “Tidak ada pembicaraan tentang diskon, ini bisnis dan kita tidak bisa melakukan perdagangan dengan kerugian.”

Su-35 adalah jet tempur paling canggih yang dibangun Rusia. Jet tempur generasi 4 ++ ini dikenal dengan kemampuan super manuver yang dilengkapi dengan phased array radar dan steerable thrusters.

Pesawat ini dapat mengembangkan kecepatan hingga 2.500 kilometer per jam dan memiliki jangkauan terbang 3.400 kilometer dan radius tempur yang berjarak sekitar 1.600 kilometer. Jet tempur dipersenjatai dengan senapan 30mm dan memiliki 12 titik tolak untuk membawa bom dan rudal.

Facebook Comments

Translate »