For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Bisa Kalahkan Kesebelasan Arab Saudi, Raja Salman Hadiahi Irak Stadion Sepakbola Terbesar di Dunia

Rencana stadion yang ingin dibangun Irak

Raja Arab Saudi, Raja Salman akan memenuhi janjinya untuk membangun stadion sepak bola terbesar di dunia berkapasitan di Irak. Stadion dengan kapasitas 135 ribu tersebut sebagai hadiah setelah kesebelasan Irak mengalahkan Arab Saudi 4-1 dalam pertandingan persahabatan baru-baru ini.

Sebelum pertandingan, Raja Salman berjanji akan membangun stadion di Irak jika lawan memenangkan pertandingan yang digelar pada 28 Februari 2018 lalu.

Sejumlah media melaporkan, langkah tersebut mencerminkan membaiknya hubungan antara kedua negara yang berselisih selama beberapa dekade, dimulai dengan invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990-an.

Tawaran Raja Salman itu disampaikan melalui telepon ke Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Senin, setelah Irak menang 4-1 atas Arab Saudi dalam pertandingan persahabatan. Laga ini untuk pertama kalinya digelar sejak empat dekade lalu.

Pertandingan persahabatan Irak vs Arab Saudi 28 Februari lalu

“Raja Salman bin Abdul Aziz memuji kemenangan Irak dan menyatakan komitmennya memperluas hubungan baik antara Irak dan Arab Saudi dalam berbagai tahap, termasuk soal ekonomi, komersial, komunal, budaya,” katanya, seperti dilansir Daily Mail 9 Maret 2018.

“Dia juga menawarkan kontribusi Arab Saudi untuk membangun stadion besar di Irak yang menampung lebih dari 100.000 orang. Kami menyambut baik inisiatif ini,” tambah Al-Abadi.

Al-Abadi juga mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan kabinetnya membentuk sebuah satuan tugas untuk mendorong pembangunan stadion terbesar di Irak tersebut.

Irak belum pernah lagi menyelenggarakan pertandingan sepak bola internasional yang kompetitif selama hampir 30 tahun terakhir, sejak invasi ke Kuwait tahun 1990 memicu embargo. Sanksi itu sempat dicabut pada 2012, namun pemadaman listrik saat pertandingan melawan Yordania di Irak, FIFA kemudian meberlakukan kembali sanksi.

Facebook Comments