For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia Mulai Produksi S-500

Model S-500

Rusia mulai memproduksi sistem rudal pertahanan udara terbaru S-500 yang dikembangkan Almaz-Antey.

Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin dalam sebuah wawancara dengan harian Kommersant Kamis 1 Maret 2018 mengatakan produksi S-500 dan juga S-400 dilakukan di perusahaan pembuat mesin di Nizhny Novgorod.

“Sesuai keputusan presiden Rusia, Almaz-Antey Concern membangun dua perusahaan di Kirov dan Nizhny Novgorod. Kapasitas yang diproyeksikan dari perusahaan Kirov dapat menghasilkan ribuan rudal anti pesawat dalam satu tahun. Sementara perusahaan di Nizhny Novgorod telah meluncurkan produksinya dari S-500 dan S-400  untuk automobile undercarriage dan wheeled semitrailers, “katanya.

S-500 pada akhirnya direncanakan akan menggantikan S-400 dengan siklus hidupnya mencapai 25 tahun. Menteri Pertahanan Sergey Shoigu mengatakan pasokan ke pasukan akan dimulai pada 2020.

S-500 Prometheus atau juga dikenal sebagai 55R6M Triumfator-M adalah generasi terbaru dari sistem rudal pertahanan permukaan ke udara buatan Rusia, yang  dikembangkan oleh perusahaan Almaz-Antey dari Perusahaan Pertahanan Rusia.

Peran utama dari desain baru yang dikembangkan Almaz-Antey ini kemungkinan tidak untuk melawan jet tempur musuh di garis depan. Sebaliknya, S-500 menandai upaya baru Rusia untuk mengembangkan sebuah perisai pertahanan untuk melawan rudal jelajah dan rudal balistik.

Moskow sempat mengklaim S-500 akan masuk layanan pada tahun 2016 atau 2017 yang jelas rencana itu tidak terwujud. Rusia menyebut senjata ini sebagai sistem yang memiliki kemampuan tak tertandingi.

Dijuluki sebagai “Prometey”  atau Prometheus,  S-500 diperkirakan akan memiliki ketinggian vertikal maksimum 185 untuk dua ratus kilometer, yang memungkinkan untuk memukul rudal balistik intercontinental dan satelit di orbit rendah.

Triumfator juga akan memiliki jangkauan maksimum enam ratus kilometer, lebih jauh dari kisaran S-400 yang mencapai 400  kilometer.

S-500 diklaim akan mampu terlibat hingga sepuluh rudal pada saat bersamaan dengan kecepatan reaksi tiga sampai empat detik. Angka ini juga lebih baik dibandingkan S-400 yang hanya enam rudal dan waktu reaksi sembilan detik.

Seperti Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat, yang merupakan sistem anti rudal balistik jarak jauh, S-500 juga akan dilengkapi dengan rudal pencegat  776N-N dan 776N-N1. Kedua rudal ini menggunakan teknologi hit to kill yang artinya tidak menggunakan hulu ledak dan hanya menggunakan kekuatan kinetiknya untuk menghancurkan rudal yang masuk.

Rudal 776N akan melakukan perjalanan pada kecepatan hipersonik yakni lima sampai tujuh kilometer per detik, memungkinkan mereka untuk mencegat  rudal jelajah hipersonik.

Kemampuan ini jelas terdengar sangat mengesankan. Meski tentu saja hal ini sebatas pernyataan yang dikeluarkan oleh para pejabat dan industri pertahanan Rusia. Sejauh ini hasil tes dari S-500 tidak diketahui.

Ada beberapa rincian konkret dari S-500, termasuk fakta bahwa tidak seperti sistem anti rudal balistik yang lebih tua dan besar  53T6 yang merupakan sistem statis, S-500 dibangun menjadi sistem yang kecil,  self-propelled yang dapat dengan mudah menembak dan bergeser  untuk menghindari serangan.

Bahkan, S-500 kemungkinan akan lebih kecil dibandingkan S-400.  Diagram dirilis oleh produsen kendaraan BZKT mengungkapkan bahwa setiap baterai S-500 akan melibatkan banyak kendaraan dukungan, termasuk kendaraan Transport-Erector-Launcher (TEL), empat kendaraan radar yang berbeda (salah satu yang secara khusus dioptimalkan terhadap rudal balistik) dan satu atau dua kendaraan komando.

Facebook Comments