For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Perusahaan Afrika Selatan-Amerika akan Bangun Bronco II

Sebuah perusahaan baru bernama Bronco Combat Systems, atau BCS USA, yang merupakan perusahaan patungan antara Paramount Group International Afrika Selatan dan Fulcrum Concepts Amerika, telah meluncurkan sebuah pesawat tempur ringan baru yang disebut Bronco II. Sebuah nama yang akan melanjutkan OV-10 Bronco yang legendaris.

Kemitraan ini berharap dapat masuk ke pasar yang semakin jenuh dengan pesawat latih, utilitas, dan pesawat terbang yang dimodifikasi untuk konflik terbatas dan lingkungan dengan ancaman rendah.

Meski BCS belum merilis secara spesifik tentang kemampuan atau kinerja Bronco II, hampir pasti pesawat ini akan menjadi turunan dari Advanced Advanced Performance Reconnaissance Light Aircraft, atau AHRLAC yang telah dibangun Paramount.

Paramount memulai pengembangan pesawat  yang juga dikenal sebagai Mwari tersebut, bekerja sama dengan perusahaan penerbangan Aerosud Afrika Selatan pada tahun 2009 dan prototipe awal melakukan penerbangan pertamanya lima tahun kemudian.

Insinyur utama yang berperan besar dalam membangun helikopter serang Rooivalk telah bergabung bersama dengan para ahli yang telah bekerja membangun jet tempur Cheetah yang didasarkan pada Mirage dan proyek kedirgantaraan lainnya untuk membentuk Aerosud pada tahun 1990.

“Ini bukan hanya varian bersenjata dari pesawat sipil atau pesawat latih yang dimodifikasi,” kata Kepala Paramount Group International Ivor Ichikowitz dalam siaran pers BCS USA.

“Setiap inci pesawat ini dirancang untuk tujuan – khususnya untuk jenis perang asimetris yang memaksa militer canggih saat ini harus mampu melakukan.”

Yang paling mendasar, Bronco II adalah pesawat mesin turboprop tunggal di bagian belakang tengah pesawat, seperti juga AHRLAC. Dikombinasikan dengan kokpit dengan kanopi besar dengan framing minimal, dua awak, duduk di kursi ejeksi, memiliki pandangan bagus ke depan dan ke samping, namun terbatas untuk melihat ke belakang.

Salah satu gambar editing yang menggambarkan Bronco II dengan tanda Korps Marinir AS yang didistribusikan oleh BCS USA dalam siaran persnya.

Pesawat ini juga memiliki konfigurasi sayap kembar tinggi yang mengingatkan pada  North American Rockwell OV-10 Bronco.

Tidak jelas berapa banyak Bronco II akan memiliki perbedaan dengan prototipe AHRLAC. Iterasi pertama pesawat terbang relatif ringan dan kompak dengan lebar sayap kurang dari 40 kaki, lebih pendek dari pesawat tak berawak MQ-1 Predator, dan berat kosong kurang dari 4.500 pound, kurang dari separuh pesawat A-29 super Tucano.

Paramount mengatakan bahwa versi awal, yang memiliki kecepatan tertinggi sekitar 315 mil per jam, bisa bertahan tujuh sampai 10 jam dan memiliki jangkauan maksimum lebih dari 1.300 mil.

OV-10 eks Marinir Amerika yang kemudian digunakan NASA untuk keperluan uji terbang

Namun hal ini tidak mencerminkan kemampuan pesawat secara penuh karena belum memperhitungkan senjata dan sistem misi tambahan lainnya yang ada di pesawat. Pemasangan senjata dan muatan lainnya hampir pasti akan membatasi performa pesawat dalam hal kemampuan terbang.

Dengan demikian, perusahaan Afrika Selatan ini pada awalnya membangun pesawat terbang sebagai platform intelijen, pengintaian, dan pengintaian alternatif hemat biaya. Kini, BCS USA mempromosikan gagasan pesawat sebagai desain hybrid yang mampu melakukan fungsi tersebut, serta serangan ringan dan misi dukungan udara jarak dekat.

 

Facebook Comments