For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Ye-8, Gagal Gantikan MiG-21, Menitis ke Typhoon

Mikoyan-Gurevich Ye-8 adalah pesawat tempur supersonik yang dikembangkan di Uni Soviet dan menggantikan MiG-21 (yang aslinya bernama MiG-23). Hanya dua prototip yang dibangun pada 1960-1961.

Ye-8 memindahkan asupan udara di bawah badan pesawat, memungkinkan radar kuat Sapfir-23 dan dua rudal Vympel R-23 untuk melengkapi pesawat. Ye-8 mengikuti desain MiG-21, juga memungkinkan mampu memasang meriam 23mm GSh-23. Kinerja pesawat akan ditingkatkan lebih lanjut dengan penambahan canard dan mesin Tumansky R-21F-300 baru.

Canards dibangun di kedua sisi hidung, di depan kokpit sementara stabilisator horisontal yanga da di MiG-21 tetap pada posisi semula. Desain pesawat ini terutama di canard depan, sayap dan asupan mesin sangat mirip dengan yang digunakan Eurofighter Typhoon.

 

Prototipe Ye-8/ pertama terbang pada tanggal 17 April 1962, diikuti pada 29 Juni oleh prototipe kedua. Tetapi Pada 11 September 1962, mesin Tumansky R-21F-300 yang digunakan protoipe pertama, yang juga sedang dikembangkan, meledak di udara pada kecepatan Mach 2.15.  Pilot uji Georgy Konstantinovich Mosolov, yang kemudian menjadi salah satu pilot uji coba terkemuka Soviet, terluka parah akibat puing-puing dari kompresor dan harus melontarkan dri pada kecepatan 1.78 Mach.

Setelah dilakukan penyelidikan ledakan akibat kipas kompresor tahap keenam telah menembus casing mesin dan kemudian menghancurkan aileron kanan. Pada saat kejadian tersebut prototipe kedua 8/2 telah melakukan 13 penerbangan.

Karena masalah teknis yang belum terpecahkan, perkembangan pesawat terbang tersebut kemudian ditinggalkan. Beberapa bagian digunakan pada MiG-23, termasuk rudal R-23 dan radar Sapfir-23.

Pesawat satu kursi ini memiliki panjang 14.90 m  dengan rentang sayap 7,15 m dan luas daerah sayap 23,13 m². Ye-8 memiliki bobot 6.800 kg dengan berat maksimal saat lepas landas 8.200 kg. Pesawat menggunakan satu mesin Tumansky R-21 turbojet dengan daya dorong kering: 46,05 kN (10,330 lbf) dan afterburner: 70,55 kN (15,820 lbf) yang menjadikan pesawat bisa terbang dengan kecepatan maksimal 1.81 Mach atau sekitar 2.230 km / jam pada 12.000 m. Langit-langit layanan pesawat  20.000 m.

Kegagalan Ye-8 mungkin menjadi hikmah tersendiri, karena menjadikan MiG-21 tidak perlu diganti dan terbukti pesawat ini menjadi salah satu jet tempur terbaik Soviet dengan tingkat produksi yang sangat tinggi. Bahkan pesawat masih digunakan di banyak negara.

Facebook Comments