For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kapal Selam China Makin Agresif, India Ingin Tambah Pembelian P-8I Poseidon

P-8I

Angkatan laut India mempertimbangkan untuk menambah armada pesawat patroli maritim P-8I, karena khawatir dengan aktivitas Angkatan Laut China.

Kepala Satuan Angkatan Laut India Sunil Lanba mengatakan kepada majalah India Strategic bahwa kemampuan pengawasan udara merupakan bagian penting dari operasi angkatan laut, dan Kementerian Pertahanan India mengatakan bahwa P-8I dapat memberikan “tanggapan hukuman dan menjaga pengawasan India di wilayah yang makin luas. ”

New Dehli melakukan pembelian pertama pesawat tersebut pada tahun 2009, tidak lama setelah serangan November 2008 di Mumbai, dimana penyerang tiba dengan kapal. India membeli delapan pesawat P-8I pada saat itu yang diterima pada tahun 2013. Kemudian diikuti dengan pembelian empat lagi pada tahun 2016.

Lanba tidak mengatakan berapa banyak pesawat pengintai maritim jarak jauh seperti P-8I yang akhirnya dibutuhkan Angkatan Laut India. Namun pejabat sebelumnya mengatakan bisa sampai 30 pesawat yang dibutuhkan.

P-8I, yang merupakan varian pesawat Boeing P-8 Poseidon milik India yang memiliki beberapa teknologi perang anti-kapal selam paling canggih yang ada, termasuk sistem Raytheon dan Telefonics yang menyediakan cakupan radar 360 derajat. Pesawat ini juga memiliki detektor anomali magnetik, yang mencari pergeseran medan magnet bumi yang diciptakan oleh lambung kapal selam.

Pesawat bisa membawa rudal anti kapal Harpoon,  torpedo Mk-54, dan roket. Varian India juga memiliki perangkat lunak komunikasi khusus dan kemampuan mengidentifikasi teman dan lawan, yang memungkinkannya beroperasi dengan sistem angkatan laut India yang lain. Mereka juga dapat menghubungkan data dengan kapal selam India untuk berbagi informasi tentang kapal target.

Perang anti kapal selam telah menjadi titik fokus bagi militer India, dan Amerika serta India telah mengadakan pembicaraan mengenai teknologi dan taktik terkait. Kedua negara telah menjadi semakin waspada terhadap aktivitas angkatan laut China, khususnya kapal selam China, dalam beberapa tahun terakhir.

China juga telah memperluas infrastrukturnya di kawasan ini, termasuk kehadiran di Djibouti, Pakistan, dan Sri Lanka.

India telah melacak kapal selam China yang memasuki Samudera Hindia sejak 2013, dan sebuah laporan Departemen Pertahanan Amerika tahun 2015 mengkonfirmasi bahwa kapal selam serangan dan rudal balistik China beroperasi di sana.

Pada pertengahan 2016, pejabat Angkatan Laut India mengatakan bahwa mereka melihat kapal selam China rata-rata empat kali setiap tiga bulan.

“Sebagai kekuatan militer profesional, kami terus mengevaluasi lingkungan keamanan maritim di bidang minat kami. Kami memberi banyak tekanan pada Maritime Domain Awareness, ” kata Landa kepada India Strategic ketika ditanya tentang kapal selam yang beroperasi di Samudera Hindia.

Beberapa penampakan kapal selam China telah terjadi di sekitar Kepulauan Andaman dan Nicobar, yang berada di dekat Selat Malaka, yang menjadi jalur 80% pasokan bahan bakar China.

New Delhi mulai menggelar pesawat P-8I dan pesawat mata-mata ke pulau-pulau pada awal tahun 2016, dengan rencana untuk mengembangkan kemampuan infrastruktur dan perawatan yang memadai di sana untuk mendukung kekuatan tingkat divisi sekitar 15.000 tentara, sebuah skuadron tempur, dan beberapa kapal perang besar. Laporan lain juga menyebutkan India mempertimbangkan untuk memasang sensor “dinding bawah laut” di Samudera Hindia bagian timur.

Facebook Comments