For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

8 Bangkai Kapal Kekaisaran Romawi Ditemukan di Pantai Naxos Yunani

Para peneliti yang menjelajahi pantai pulau Naxos, Yunani,  terkejut ketika mereka menemukan delapan bangkai kapal yang berasal dari Kekaisaran Romawi yang tenggelam pada kedalaman kurang dari 100 kaki.

Di antara bangkai kapal, para periset dapat mengambil beberapa kendi, genteng dan batu bata, yang mengarahkan kesimpulan kapal tersebut milik pedagang kekaisaran Romawi yang terkenal tersebut.

Daily Mail melaporkan Selasa 19 Desember 2017, arkeolog bawah laut menemukan bangkai kapal tersebut pada September 2017 lalu ketika mereka mencari wilayah pelabuhan selatan yang terkait dengan pemukiman Bizantium.

Di satu terumbu, para arkeolog menemukan beberapa kendi dan jangkar yang berasal dari periode Romawi Awal, antara 100 SM dan 300 M, sementara di pulau karang kedua mereka menemukan lebih banyak lagi termasuk tiga bangkai kapal yang berasal dari masa Helenistik, masa Romawi Imperial dan periode Romawi Akhir.

Dengan bantuan teknologi sonar sisi-scan, petugas menemukan empat bangkai kapal tambahan. Namun, temuan ini masih harus dieksplorasi oleh penyelam.

“Rute mengikuti beberapa pulau Dodecanese dan kemudian berlanjut melalui pulau-pulau Aegea,” kata Sven Ahrens, yang memimpin penyelaman, mengatakan kepada surat kabar Haaretz.

“Keuntungan dengan rute laut yang dekat dengan daratan adalah bahwa ada banyak pelabuhan dan jangkar di jalan di mana kapal bisa mencari perlindungan.”

“Pulau-pulau tersebut akan menawarkan perlindungan di sisi kapal selam dari angin dan ombak, jadi kita harus berasumsi bahwa banyak lalu lintas di timur-barat melewati selat selatan Naxos, setidaknya pada zaman Kekaisaran Romawi,” tambahnya.

Menurut peneliti, pedagang yang lewat kemungkinan mengangkut gandum, anggur, minyak zaitun, baju besi dan bahkan penumpang.

“Kapal-kapal tersebut akan dipenuhi dengan barang-barang yang cukup menguntungkan hingga berani menempuh perjalanan laut yang panjang dan berbahaya,” kata Ahrens.

Dia  mencatat bahwa hanya bahan tahan lama yang berhasil mempertahankan bentuknya selama 2.000 tahun setelah kapal-kapal itu tenggelam.

Facebook Comments