Untuk Ganti Tornado, Jerman Lebih Suka Typhoon Daripada F-35

Eurofighter Typhoon Jerman

Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan bahwa jet tempur Eropa adalah kandidat utama untuk mengganti jet Tornado mereka yang akan mulai dipensiun pada tahun 2025.

Hal ini bertentangan dengan Angkatan Udara Jerman, yang bulan lalu mengindikasikan bahwa mereka lebih memilih F-35 Lockheed Martin karena dinilai yang memenuhi persyaratan mengenai kemampuan operasional siluman dan jarak jauh.

Dalam sebuah surat kepada anggota parlemen Greens yang telah menanyakan tentang rencana penggantian pesawat tersebut, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan pesawat F-35, F-15 dan F-18 adalah pilihan sekunder.

“Pandangan yang ditunjukkan oleh inspektur angkatan udara bahwa F-35 Lightning II adalah pengganti yang sangat sesuai dengan sistem Tornado bukanlah posisi pemerintah federal,” kata Wakil Menteri Pertahanan Ralf Brauksiepe dalam surat yang dilansir Reuters Senin 11 Desember 2017.

Eurofighter Typhoon adalah proyek gabungan antara kelompok pertahanan Inggris BAE, Airbus Prancis dan Finmeccanica Italia.

Tornado Jerman

Preferensi kementerian untuk Typhoon tidak mengherankan karena Perancis dan Jerman mengatakan awal tahun ini bahwa mereka akan bekerja sama untuk mengembangkan pesawat tempur Eropa baru seiring keinginan mereka memperluas kerjasama pertahanan dan keamanan.

Banyak sekutu Jerman di Eropa, termasuk Norwegia, Belanda, Inggris, Italia, Turki dan Denmark telah memilih F-35 dan beberapa telah menerima pengiriman pesawat. Belgia diperkirakan akan mengambil keputusan tahun depan.

Kontrak untuk menggantikan 85 jet Tornado Jerman, yang akan seluruhnya dihentikan operasinya pada 2030 bisa bernilai miliaran euro.

Keputusan pembelian tempur baru ini harus disetujui oleh parlemen dalam dua tahun ke depan dan sebuah kontrak ditandatangani pada tahun 2020 atau 2021 untuk memastikan pengiriman pada tahun 2025.

Facebook Comments