Kapal induk buatan China pertama yang sementara disebut sebagai Type 001A tidak akan diperkuat dengan jet tempur generasi kelima, tetapi akan membawa 40 pesawat tempur J-15. Sebuah kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Military Time, sebuah program militer di China Central Television melaporkan Sabtu 10 Desember 2017 kapal induk ini akan segera melakukan uji laut.
Kapal yang akan segera melakukan uji laut tersebut masih menggunakan dek sky jump yang menjadikan jet generasi kelima seperti J-20 dan J-31 tidak bisa lepas landas dan mendarat. Namun untuk kapal induk masa depan yang direncanakan akan menggunakan sistem peluncur elektromagnetik dua pesawat siluman ini diharapkan akan menjadi bagian dari sayap tempurnya.
Pesawat tempur J-15 China akan menjadi sayap tempur utama yang akan digunakan kapal induk baru ini. Sama dengan kapal induk pertama mereka Liaoning.
J-15, yang dijuluki sebagai the Flying Shark pertama kali lepas landas dari mendarat dari Liaoning pada 2012.
“J-20 dan J-31 pasti akan bergabung di kapal induk masa depan China yang menggunakan sistem ketapel,” kata Yin Zhuo, seorang peneliti senior di PLA Naval Equipment Research Center kepada Military Times.
Yin mengatakan jet tempur J-15 di Tipe 001A akan berjumlah sekitar 40 yang kira-kira sama dengan kapal Liaoning.
Namun, Song Zhongping, seorang komentator TV, mengatakan kepada Global Times bahwa kapal induk masa depan akan tetap menggunakan J-15 yang akan beroperasi bersama dengan pesawat siluman seperti J-20 dan J-31, karena akan menjadi memainkan peran yang berbeda.
Song mengatakan J-20 dan J-31 dirancang terutama untuk angkatan udara sehingga untuk bisa digunakan di kapal induk membutuhkan tambahan biaya.

