Sebuah jet tempur Su-22 Angkatan Udara Garda Revolusi Iran jatuh di provinsi Fars Sabtu 11 November 2017 pukul 08:00 waktu setempat dan menewaskan pilotnya.
“Pesawat jatuh saat melakukan pelatihan militer, ” kata departemen hubungan masyarakat Angkatan Udara Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan Sabtu. “Pilot pesawat tempur itu tewas dalam insiden tersebut,” tambahnya.

Laporan lain juga mengatakan bahwa pilot adalah kapten Ayyoub Tamaddon Sarvestani yang sedang menjalankan pelatihan militer di wilayah Sarvestan di provinsi Fars.
Akibat embargo puluhan tahun Iran mau tidak mau memang mempertahankan armada pesawatnya yang sudah tua, itupun dengan pasokan suku cadang yang sulit didapat.

Selain diperkuat pesawat buatan Soviet, armada Angkatan Udara Iran diisi dengan sejumlah pesawat buatan Amerika seperti F-5 Tiger, F-4 Phantom dan F-14 Tomcat. Pesawat Amerika tersebut dikirim sebelum Revolusi Islam 1979. Sementara pesawat buatan Soviet dikirim setelah revolusi.
Baca juga:

