F-22 Raptor akan Terbang Hingga 2060, Sanggup?

F-22

Angkatan Udara Amerika Serikat menginginkan jet tempur F-22 Raptor akan terbang sampai 2060. Ini berarti pesawat akan beroperasi  lebih dari 60 tahun setelah pesawat pertama terbang. Dengan kata lain jet tempur generasi kelima ini masih akan terbang  selama 43 tahun lagi. Pertanyaanya, apakah Raptor masih akan relevan dalam kurun waktu yang begitu panjang tersebut?

Raptor hanya dibangun sebanyak 187 pesawat tempur dan dirancang dengan kerangka badan pesawat untuk terbang 8.000 jam. Tetapi berdasarkan evaluasi pesawat bisa digenjot hingga setidaknya 12.000 hingga 15.000 jam. Ini adalah umur yang  luar biasa panjang untuk badan pesawat tempur yang memiliki beban  G-force tinggi karena dibangun untuk pertarungan udara ke udara. Sebagai perbandingan pesawat F-4 Phantom II,  hanya mendapat 3.500 jam penerbangan.

Tetapi kembali ke pertanyaan apakah F-22 akan kompetitif di tahun 2060? Tentu pesawat harus menjalani banyak upgrade berkesinambungan untuk bisa tetap menjadi pesawat yang diperhitungkan pada tahun itu.

Angkatan Udara Amerika berharap bahwa pesawat tempur superioritas generasi berikutnya, yang  disebut Penetrating Counter Air, dapat bekerja sama dengan F-22 seperti halnya Raptor saat ini bekerjasama dengan F-15C Eagle.

F-22 dijadwalkan untuk update besar di garis waktu 2025-2030 yang cenderung difokuskan pada sensor, terutama radar udara ke udara, dan kemampuan pesawat untuk menjalin jaringan dengan aset militer lainnya.

Selain itu Raptor akan menjalani update mid-life atau pertengahan umur yang  berarti perangkat keras komputer baru dan avionik baru seperti radar dan antena modern.

“Kadang antara 2025 dan 2030 kita harus melihat secara serius dukungan dari beberapa sistem yang ada di dalam Raptor dan meningkatkannya,” kata McIntyre.

Angkatan Udara berinvestasi untuk menjaga Raptor juga siap menghadapi ancaman jangka pendek. Increment 3.2B  menambahkan integrasi penuh dari rudal Raytheon AIM-9X Sidewinder dan AMIMAM AIM-120D dan sejumlah upgrade lainnya yang  akan segera memasuki pengujian operasional.  Selain itu juga modifikasi  perangkat lunak yang disebut Update 6 yang akan diterjunkan secara bersamaan untuk memodernisasi kriptografi Raptor.

Upaya modernisasi yang lebih signifikan setelah Update 6 adalah upaya TACLink-16 Raptor yang akan menambahkan kemampuan mengirimkan Link-16 ke F-22 pada tahun 2021. Angkatan Udara-setelah menolak menggabungkan datalink Link-16 omni-directional selama bertahun-tahun namun akhirnya menerimanya karena telah mendapatkan pengalaman lebih dalam mengoperasikan pesawat siluman.

Keengganan memasang Link-16 karena kekhawatiran hal itu akan mengurangi karakter siluman Raptor.

“Seiring waktu karena kami telah belajar lebih banyak tentang pesawat terbang, kru  terbang telah mengembangkan taktik dan menemukan bahwa beberapa kekhawatiran awal kami dengan pengiriman Link-16 tidak berdasar.”

Angkatan Udara telah mempertimbangkan banyak hal baru dan jauh lebih mampu untuk Raptor seperti F-35’s Multi-Function Advanced Datalink (MADL) dan teknologi Tactical Targeting Network Technologies (TTNT) dengan kecepatan dan bandwidth tinggi.

Segera setelah proyek TACLink adalah TACMAN atau Tactical Mandates yang menampilkan upgrade Mode 5 Identification, Friend or Foe yang dimantapkan untuk fungsi interogasi dan transmisi. Upgrade juga dilengkapi fitur identifikasi tempur dan fitur perlindungan elektronik canggih. Upgrade ini  akan terjadi pada tahun 2022.

Berita bagus lainnya untuk pilot Raptor – adalah bahwa F-22 akhirnya akan menerima sistem cueing helm (HMCS) untuk memanfaatkan secara maksimal  AIM-9X. Pengembangan dan integrasi HMCS dijadwalkan dimulai tahun depan di tahun 2018. Sistem baru ini akan diluncurkan pada 2021 jika semuanya sesuai rencana.

Dengan penambahan HMCS, Raptor akan hampir menjadi pesawat yang pada awalnya dijanjikan kepada Angkatan Udara Amerika saat program Advanced Tactical Fighter diberikan kepada Lockheed bertahun-tahun yang lalu.

Baca juga:

Keangkeran Flanker Vs Daya Gedor Raptor

Facebook Comments