ISIS Diperkirakan akan Bertempur Sampai Titik Darah Penghabisan di Raqqa

Pasukan Syrian Democratic Forces di Raqqa

Militan ISIS yang ada di  kota Raqqa, Suriah diperkirakan akan bertarung hingga titik darah penghabisan, namun beberapa pemberontak lokal telah menyerahkan diri dalam beberapa waktu terakhir.

Juru bicara pasukan koalisi Amerika Ryan Dillon mengatakan beberapa anggota kelompok penberontak lokal menyerahkan diri akibat terdesak oleh pasukan dukungan Amerika Serikat yang mendekati dan menyerang kubu terakhir mereka.

Dillon juga mengatakan saat ini para pejabat di Dewan Rakyat Raqqa, lembaga yang akan memerintah kota tersebut setelah ISIS diusir keluar, sedang bekerja untuk merundingkan perpindahan secara aman ribuan warga sipil yang menjadi sandera.

Namun pasukan gabungan tidak akan mendukung perundingan apapun terkait penarikan petempur.

“Pasukan gabungan tidak menjadi bagian dari perundingan penyelesaian. [Tetapi] kami mengetahui apa yang sedang terjadi dan dibahas saat ini mereka [dewan] mencoba untuk membebaskan warga,” kata Dillon melalui sambungan telepon.

Hingga 400 pemberontak diyakini masih berada dalam daerah kantong kecil di Raqqa, yang terkepung oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok milisi gabungan petempur Kurdi dan Arab.

“Kami memperkirakan para petempur asing (ISIS) akan bertarung hingga penghabisan, namun kami sudah mendapati sekitar empat sampai lima petempur ISIS menyerahkan diri setiap satu pekan, termasuk emir, pemimpin setempat di Raqqa, selama bulan lalu,” tambah Dillon.

SDF mengatakan pada Minggu, bahwa pihaknya mengharapkan perebutan kota Raqqa dapat dinyatakan dalam beberapa hari mendatang.

Kelompok ISIS mengambil alih kota itu pada 2014, ketika menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak. Raqqa menjadi ibu kota kelompok garis keras tersebut di Suriah, tempat mereka merencanakan serangan mematikan di luar negeri.

Facebook Comments