Akankah Angkatan Udara AS akan Benar-Benar Usang Pada 2030?

LUPAKAN ISTILAH GENERASI KEENAM

Untuk melawan ancaman yang meningkat ini, Angkatan Udara harus mengatasi banyak hal dari peningkatan perlindungan pangkalan dari serangan, tanker pengisian bahan bakar udara sampai mengembangkan “cloud-based sensor networks”  yang oleh mantan kepala intelijen Angkatan Udara Letnan Jenderal Dave Deptula yang saat ini dekan Mitchell Institute disebut sebagai “combat cloud.”

Tapi, seperti yang disebutkan sebelumnya, Angkatan Udara tetap perlu platform baru. “Untuk mencapai keunggulan udara dalam mendukung tujuan misi pasukan gabungan, Angkatan Udara perlu mengembangkan kemampuan bersama yang beroperasi di domain udara, ruang angkasa dan dunia maya -tidak ada kemampuan tunggal yang menyediakan solusi ‘peluru perak. Gabugan ini harus mencakup baik pasukan stand-off and stand, dan jaringan terpadu untuk mencapai efek misi,” masih tulis dokumen tersebut.

Pengembangan pesawat Arsenal dan Northrop Grumman B-21 Long Range Strike Bomber yang sedang dilakukan Pentagon saat ini akan memainkan peran dalam memperoleh dan mempertahankan supremasi udara. Angkatan Udara juga harus mengembangkan kemampuan peperangan elektronik untuk melawan ancaman generasi berikutnya. Hal ini juga akan membutuhkan sejumlah senjata baru. Menurut dokumen tersebut upaya pengembangan senjata khusus akan dipasangkan dengan upaya pengembangan platform.”Senjata jarak jauh dan kapasitas tinggi akan meningkatkan efektivitas keseluruhan dari kemampuan AS di 2030.”

Mungkin dari rencana keunggulan penerbangan udara Angkatan Udara adalah kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan Penetrating Counterair baru. Ini akan menjadi pesawat baru tetapi Angkatan Udara sepertinya sudah benci menggunakan istilah-istilah seperti “generasi keenam” atau “generasi berikutnya”.

“Angkatan Udara harus menolak pemikiran yang difokuskan pada platform ‘generasi berikutnya’. Fokus seperti ini sering menimbulkan keinginan untuk mendorong batas teknologi dalam batas-batas program formal.”

Meskipun demikian, dokumen menyediakan beberapa isyarat umum tentang PCA apa yang mungkin terlihat. “Upaya pembangunan kemampuan untuk PCA akan fokus pada memaksimalkan timbal balik antara berbagai hal seperti, payload, survivability, kemampuan membunuh, keterjangkauan, dan dukungnya. Sementara kemampuan PCA pasti akan memiliki peran dalam penargetan dan menarik, juga memiliki peran penting sebagai simpul dalam jaringan, menyediakan data dari sensor.

Angkatan Udara akan memulai analisis tahun depan untuk menentukan apa yang PCA-sebelumnya dikenal sebagai Next Generation Air Dominance atau F-X.

“Menurut para pejabat Angkatan Udara sangat tidak mungkin bahwa PCA akan ada derivasi dari F-22 meskipun ada keinginan di Kongres,” tulis Dave Majumdar.

 

Facebook Comments