For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Korea Utara: Berani Menyerang, Kami akan Beri Amerika Pelajaran Keras

KCNA

Korea Utara menegaskan siap memberi Amerika Serikat “pelajaran keras” dengan meluncurkan peluru kendali antarbenua jika Washington mengambil langkah militer terhadap Pyongyang.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan negara tersebut dalam pertemuan kawasan ASEAN  Senin 7 Agustus 2017  Korea Utara juga menegaskan tidak akan menghentikan atau merundingkan program nuklir atau peluru kendali mereka.

Dalam salinan pernyataan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho, yang dibagikan kepada media di Manila, Pyongyang menyebut hukuman baru PBB sebagai langkah palsu dan mengancam akan membalas dengan tindakan keras demi keadilan. Menurut Ri, resolusi Dewan Keamanan itu menunjukkan bahwa PBB menyalahgunakan kewenangannya.

Dia mengatakan bahwa uji coba rudal kendali berdaya jelajah antar benua pada Juli lalu menunjukkan bahwa semua wilayah Amerika Serikat bisa menjadi sasaran. Rudal itu juga merupakan alat pertahanan diri yang wajar.

Menteri -menteri luar negeri ASEAN bersama beberapa mitra regional mereka seperti Korea Utara, Amerika Serikat, China Korea Selatan, Jepang, dan Australia tengah bertemu di Manila untuk membahas penanganan sejumlah persoalan seperti sengketa wilayah di Laut China Selatan dan krisis di Semenanjung Korea.

Sebelumnya dalam pertemuan ini Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson kembali menyatakan tetap akan menggunakan opsi dialog untuk menyelesaikan krisis Korea Utara. Akan tetapi pernyataan itu dikeluarkan setelah Dewan Keamanan PBB kembali mengeluarkan sanksi baru pada Pyongyang.

Berbicara kepada wartawan di sebuah forum keamanan di Manila, Senin, Tillerson mengatakan bahwa Washington hanya akan mempertimbangkan pembicaraan jika Pyongyang menghentikan program rudal balistiknya. Sesuatu yang diklaim Utara tidak akan dilakukan.

“Sinyal terbaik yang dikirim Korea Utara bahwa mereka siap untuk berbicara adalah jika mereka menghentikan peluncuran rudal ini,” kata Tillerson.

Facebook Comments