Amerika: Hentikan Nuklirmu dan Mari Bicara, Kim!

Amerika: Hentikan Nuklirmu dan Mari Bicara, Kim!

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson kembali menyatakan tetap akan menggunakan opsi dialog untuk menyelesaikan krisis Korea Utara. Akan tetapi pernyataan itu dikeluarkan setelah Dewan Keamanan PBB kembali mengeluarkan sanksi baru pada Pyongyang.

Berbicara kepada wartawan di sebuah forum keamanan di Manila, Filipina Senin 8 Agustus 2017, Tillerson mengatakan bahwa Washington hanya akan mempertimbangkan pembicaraan jika Pyongyang menghentikan program rudal balistiknya. Sesuatu yang diklaim Utara tidak akan dilakukan.

“Sinyal terbaik yang dikirim Korea Utara bahwa mereka siap untuk berbicara adalah jika mereka menghentikan peluncuran rudal ini,” kata Tillerson.

Ucapan Tillerson dikeluarkan setelah pertemuan menteri luar negeri Korea Utara dan Korea Selatan berada dalam satu forum du Manila,. Dalam pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri Korut Utara Ri Yong-Ho tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa negaranya telah diintimidasi oleh putaran terakhir sanksi.

Dalam upaya untuk menghentikan nuklir Kim Jong- Dewan Keamanan PBB pada Sabtu dengan suara bulat menyetujui paket rancangan sanksi yang dibuat Amerika  yang dapat mengakibatkan Korea Utara kehilangan pendapatan US $ 1 miliar per tahun.

Sanksi tersebut merupakan tanggapan terhadap Korea Utara yang melakukan dua uji coba rudal balistik antarbenua bulan lalu. Rudal ini disebut dapat menyerang wilayah Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan  , Moon Jae-In, berbicara di telepon pada hari Minggu dan menyetujui bahwa Korea Utara telah  menimbulkan ancaman serius dan kuburan bagi kebanyakan negara di seluruh dunia.

Tillerson, yang mengadakan pembicaraan terpisah di Manila dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dari China dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov  pada hari Minggu, juga berusaha untuk menekankan sikap bersatu melawan Korea Utara.

Tillerson bertemu dengan Wang dan Lavrov sebagai bagian dari pertemuan tahunan utusan 26 negara Asia-Pasifik ditambah Uni Eropa dalam  pembicaraan mengenai keamanan regional yang dikenal sebagai Forum Regional ASEAN.

Namun, Wang pada hari Minggu mengulangi posisi China bahwa sanksi  tidak akan menyelesaikan masalah dan meminta  Amerika Serikat untuk berbicara dengan Korea Utara. “Hanya dialog dan negosiasi yang benar untuk mengatasi masalah semenanjung Korea,” kata Wang sebagaimana dilaporkan Business Insider.

Tillerson pada hari Senin mendesak agar Kim pertama-tama menghentikan uji coba rudal tersebut, namun dia tidak akan menetapkan jangka waktu kapan yang bisa ditoleransi. “Kami akan mengetahuinya saat melihatnya,” katanya kepada wartawan.

“Saya tidak akan memberi waktu  hari atau minggu. Ini benar-benar tentang semangat pembicaraan ini.