Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

Pergerakan militer anggota NATO yang cukup agresif disebut menunjukkan tanda-tanda mereka memang akan melakukan  agresi di dekat perbatasan Rusia.

Berbicara dalam diskusi  di Moskow mengenai kebijakan NATO terhadap Rusia, Konstantin Sivkov, Direktur Akademi Geopolitik  mengatakan  ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa aliansi tersebut mungkin sedang bersiap untuk  agresi militer. “NATO sedang melakukan persiapan besar-besaran untuk agresi militer,” kata ahli tersebut.

Dia menggarisbawahi bahwa baru-baru ini anggota NATO telah mengerahkan pasukan militer signifikan ke perbatasan barat Rusia.

“Empat batalyon, yang terdiri dari 1.000 personel, saat ini ditempatkan di sepanjang perbatasan Rusia Tapi senjata masing-masing unit jauh lebih besar daripada yang diperlukan satu batalion. Secara teori, unit-unit itu dapat dengan mudah diubah menjadi korps tentara dengan ukuran 40.000-50.000 personel, dengan tambahan pasukan yang dikerahkan dari Amerika Serikat dan bagian lain Eropa, “kata Sivkov sebagaimana dilansir Sputnik Rabu 12 Juli 2017.

Selain itu, ahli itu juga menunjukkan bahwa sebelumnya NATO merekrut penutur bahasa Rusia untuk latihan di Jerman. Pada bulan Maret, lowongan untuk “penterjemah  berbahasa Rusia untuk latihan NATO” diterbitkan di portal resmi ibukota Jerman Berlin.

“Mereka akan memainkan peran warga sipil di zona konflik, ini akan membantu menciptakan skenario pelatihan yang nyata bagi prajurit dan persiapan mereka yang optimal untuk misi asing,” tambahnya.

Sivkov mengatakan bahwa tren lain yang mengindikasikan persiapan NATO untuk kemungkinan agresi terhadap Rusia adalah peningkatan kapasitas material dan kemampuan teknis Armada ke-7 Amerika di Samudra Pasifik.

“Sepertinya kapal-kapal NATO di wilayah tersebut  sedang bersiap untuk melakukan agresi. Ini mungkin merupakan dalih untuk tindakan militer terhadap Rusia,” pungkasnya.

Hubungan NATO-Rusia telah memanas  dalam beberapa tahun terakhir, setelah NATO  meningkatkan kekuatan di perbatasan Rusia sebagai respons terhadap campur tangan Rusia dalam konflik Ukraina. Moskow telah berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Pada tanggal 22 Desember 2016, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan bahwa kehadiran NATO di dekat perbatasan Rusia telah meningkat tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir dan delapan kali lipat di sepanjang perbatasan barat negara itu.

Dalam sebuah wawancara dengan pembuat film AS Oliver Stone beberapa waktu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan memberikan respons yang sesuai terhadap tindakan NATO di sepanjang perbatasan Rusia untuk menjaga keseimbangan strategis.

Presiden Rusia menekankan bahwa Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi tetangganya. Berbicara tentang ekspansi NATO, Putin menambahkan bahwa negara-negara harus lebih fokus untuk mencapai kesepakatan mengenai keamanan dan bantuan timbal balik jika mereka merasa mendapat ancaman.

NATO terus menggelar latihan di perbatasan Rusia. Saat ini mereka sedang melakukan latihan Tobruq Legacy 2017 di Lithuania, melibatkan hampir 500 personel dan 30 sistem pertahanan udara dari beberapa negara anggota aliansi. Secara khusus, Amerika mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Lituania, dalam penyebaran pertama kali sistem tersebut ke wilayah Baltik.

Baca juga:

Strategi Gila NATO untuk Memburu Kapal Selam Rusia

Facebook Comments