For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Tu-95 Gempur ISIS dengan Rudal Baru dari Jarak 1.000 Km

Tu-95 tembakkan rudal Kh-101

Pembom jarak jauh Rusia Tu-95MS baru-baru ini kembali menggempur target ISIS  di Suriah dengan rudal jelajah baru Kh-101 (X-101).

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu 5 Juli 2017 serangan rudal jelajah Rusia menghancurkan tiga tempat senjata dan amunisi ISIS, serta sebuah pos komando di dekat kota Uqayribat di provinsi Hama.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan dilakukan dari jarak sekitar 1.000 kilometer dengan menggunakan rudal presisi tinggi terbaru Kh-101. Serangan ini menandai keenam kalinya bahwa Rusia telah menggunakan Kh-101 dalam pertempuran.

“Pesawat tempur Su-30 Rusia yang berbasis di lapangan terbang Hmeymim [di provinsi Latakia di Suriah] menyediakan perlindungan udara. Setelah berhasil menyelesaikan tugas misi tempur, semua pesawat Rusia kembali ke lapangan udara mereka,” kata kementerian tersebut  sebagaimana dilansir Sputnik.

Kh-101 (dalam bahasa Rusia: X-101) adalah rudal jelajah strategis Rusia  dan diluncurkan di udara, diproduksi dengan menggunakan teknologi modern untuk mengurangi visibilitas radar.

Target ini bisa menghancurkan target hingga 4.500 kilometer jauhnya. Jenis rudal ini bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Kh-101 menggunakan sistem navigasi satelit Rusia GLONASS, untuk mengkoreksi lintasan dan dilaporkan memiliki akurasi lima sampai enam meter.

Loading...

Sampai dengan 12 Kh-101 dapat dibawa  Tupolev Tu-160 (Blackjack), sementara Tupolev Tu-95 (Bear) mampu membawa maksimal delapan rudal ini.

Sebelumnya, Rusia meluncurkan rudal Kh-101 pada target ISIS pada Februari 2017, menghancurkan beberapa kamp, pusat pelatihan dan sebuah pos komando di dekat Raqqa. Uqayribat terletak di perbatasan antara provinsi Hama dan Homs.

Baca juga:

Semakin Aneh, Rusia Kembali Gunakan Rudal Kh-101 untuk Serang ISIS

Loading...
Facebook Comments