Kementerian pertahanan Rusia mengatakan salah satu jet tempurnya telah mencegat sebuah bomber strategis Amerika yang terbang di dekat perbatasan wilayah udara Rusia.
Kementerian pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Su-27 dikirim ke daerah tersebut di atas Laut Baltik pada hari Selasa pagi setelah radar-radar Rusia melihat sebuah pesawat terbang di sepanjang perbatasan.
Kementerian tersebut sebagaimana dikutip ABC News mengatakan jet Rusia tersebut mengidentifikasinya sebagai pembom strategis A.S. B-52 dan mengawalnya sampai terbang menjauh dari perbatasan.
Insiden serupa telah terjadi dekat dengan wilayah udara Rusia di masa lalu. Pada bulan September, sebuah jet tempur Rusia terbang dalam jarak 10 kaki (3 meter) dari sebuah pesawat pengintai Angkatan Laut Amerika, di mana pejabat Amerika menyebut pencegatan di atas Laut Hitam itu tidak aman dan tidak profesional.
Seperti dilaporkan sebelumnya dua pembom strategis B-52H Stratofortresses Angkatan Udara Amerika dari Barksdale Air Force Base mendarat di RAF Fairford, Inggris pada 1 Juni 2017 lalu. Pembom akan berpartisipasi dalam latihan Sabre Strike, Arctic Challenge and Baltic Operations (BALTOPS), di teater Eropa.

Dua B-52H Stratofortresses milik BW ke-2 (Bomb Wing) dari Barksdale AFB, Louisiana, dan 800 Airmen, dikirim ke Royal Air Force Fairford, Inggris, untuk mendukung berbagai latihan di seluruh Eropa selama bulan Juni .
Namun kedua pesawat itu berangkat dari lokasi yang berbeda. Satu pembom dengan callsign “MYTEE 51”, terbang ke Inggris melalui Eropa Utara. Sementara satu lagi dengan callsign “MYTEE 96”, tiba dari Al Udeid, Qatar, di mana pesawat berbasis untuk mendukung Operation Inherent Resolve, melawan ISIS di Suriah dan Irak.
Pembom berat jarak jauh sering hadir di Eropa. B-52 dari Barksdale atau Minot AFB mengerahkan setidaknya sekali setahun ke Fairford atau Pangkalan Udara Moron, Spanyol, dan secara teratur ikut serta dalam latihan Sabre Strade dan BALTOPS tahunan di Wilayah tanggung jawab Komando Eropa AS.

