For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Apakah Program Senjata Paling Mematikan Putin dalam Masalah?

RS-28 Sarmat

Rudal balistik antar benua (ICBM) termonuklir RS-28 Sarmat yang sedang dikembangkan Rusia ada kemungkinan sedang dalam masalah.

Russian Nuclear Forces Project (RNFP) melaporkan salah satu tanda bahwa program untuk membangun senjata paling mematikan ini menghadapi kesulitan karena adanya penundaan berulang dari tes ejeksi rudal yang akan menguji mekanisme rudal untuk meninggalkan wadah diluncurkan.

Dalam tulisan yang diposting  19 Januari  di website RNFP disebutkan rencana pengujian pertama yang semula akan dilakukan pada 2015 telah terunda sampai akhir  2016, dan sekarang kembali mundur 2017 yang kemungkinan akan dilakukan  pada akhir tahun.

Penundaan semacam ini menjelaskan bahwa ada masalah dengan tes silo meski tidak pernah aka nada penjelasan yang meyakinkan.

Tanda lainnya bahwa program ini bermasalah adalah Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu yang menunjukkan ketidakpuasan dengan kemajuan program Sarmat ini.

“Dia berjanji bahwa kementerian pertahanan akan menuntut laporan mingguan tentang kemajuan  perkembangan calon sistem rudal strategis yang dibangun di Krasmash [kontraktor pertahanan Rusia membangun senjata nuklir untuk Rudal Strategis Angkatan Rusia].  Idenya, kata dia, adalah untuk memeriksa bahwa proyek memenuhi tonggak yang ditetapkan pada akhir 2016, ketika tonggak tersebut disesuaikan, ” tulis RNFP.

Website tersebut mencatat bahwa semua ini  memberikan bukti meski hampir tidak mungkin untuk menilai kemajuan yang sebenarnya dari program Sarmat.

Namun, penting untuk dipahami bahwa Sarmat adalah  program pengembangan ICBM yang direncanakan akan andalan kekuatan ICBM berbasis silo Angkatan Rudal Strategis. The Diplomat menulis selasa 24 Januari 2017, penundaan bisa memiliki implikasi besar bagi upaya modernisasi militer Rusia secara keseluruhan.

Rudal ini diharapkan untuk masuk layanan pada tahun 2020, menggantikan menggantikan ICBMR S-36M era Soviet.  Moskow bermaksud untuk mempensiun semua ICBM  era Soviet dan menggantinya dengan sistem senjata baru pada tahun 2022.  Jika program Sarmat ditunda, batas waktu ini mau tidak mau harus didorong mundur kembali.

Sejauh ini, diketahui salah satu tes tunggal dari sistem senjata baru terjadi pada  Agustus 2016 dengan pengujian  mesin tahap pertama Sarmat,  PDU-99. Analis percaya bahwa mesin adalah versi modifikasi dari mesin roket cair RD-274 yang digunakan pada RS-36M ICBM. Namun, tidak jelas apakah tes itu berhasil atau tidak.

Pada bulan Mei 2016, kepala Pasukan Rudal Strategis Rusia optimistis tentang kemajuan Sarmat dan menyorot  potensinya dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah Rusia. “Pengembangan sistem rudal berbasis silo Sarmat dengan rudal berat hampir selesai,” kata Kolonel Jenderal Sergei Karakayev beberapa waktu lalu.

Pada  Oktober 2016, bahwa Makeyev Rocket Design Bureau memosting  gambar dari calon rudal baru di situsnya.  Sarmat dilaporkan dapat membawa sepuluh hulu ledak berat atau 15 hulu ledak ringan (beberapa sumber mengatakan 16).

ICBM baru diperkirakan juga dapat dilengkapi dengan kendaraan luncur hipersonik  YU-71 yang saat ini sedang dalam pembangunan di bawah proyek rahasia 4202.  YU-71 diyakini akan mampu menembus sistem  pertahanan rudal Barat.

Facebook Comments