For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

B-52 Tunjukkan Kemampuan Serangan Nuklir

Angkatan Udara AS telah menunjukkan bagian penting dari triad nuklir mereka ketika  bomber B-52 dipersenjatai dengan rudal jelajah berkemampuan nuklir.

Tiga rudal jelajah nuklir AGM-86b sukses diluncurkan dari B-52 yang berbasis di Minot Air Force Base baru-baru ini. Tanpa mengungkapkan tanggal, siaran pers Angkatan Udara Amerika mengatakan pengujian dilakukan di Utah Test and Training Range.

Awak pesawat B-52H berangkat Minot Air Force Base, North Dakota, ke Utah Test and Training Range. sekitar 80 mil sebelah barat dari Salt Lake City, Utah, dan meluncurkan ALCM dalam tiga sorti terpisah.

“ALCM adalah komponen udara dari tiga serangkai kunci nuklir, memberikan negara kemampuan strategis untuk menjamin sekutu kami dan mencegah potensi musuh. Ini memberikan efek jera yang jelas,” kata Angkatan Udara Amerika Serikat di laman resminya Sabu 21 Januari 2017.

RUPS-86b dirancang untuk mengirimkan muatan nuklir pada target dan dapat diluncurkan dari luar daerah pertempuran, yang memungkinkan awak pesawat untuk menyerang sasaran yang jauh dengan tingkat akurasi yang tinggi tanpa mengekspos diri untuk dibidik senjata musuh yang mematikan.

Sebuah  B-52H dapat membawa enam ALCM masing-masing di dua di tiang eksternal dan delapan di teluk internal launcher rotary, memberikan B-52H kapasitas maksimal 20 rudal.

Program memelihara kelestarian ALCM dikelola oleh Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara dan tes dilakukan di bawah Program Evaluasi Sistem Senjata Nuklir Komando Global Strike Angkatan Udara.

ALCM awalnya dirancang dengan masa hidup 10-tahun tetapi telah digunakan selama sekitar 35 tahun, sebagian besar karena program pemeliharaan kelestarian yang sukses.  Meski ALCM saat ini aman, aman, efektif dan layak, tetapi tetap menghadapi masalah peningkatan biaya pemeliharaan dan tantangan operasional dengan munculnya  ancaman baru yakni rudal permukaan ke udara yang semakin canggih.

Senjata Long Range Stand Off sedang dikembangkan untuk menggantikan ALCM, yang Angkatan Udara akan memulai menggunakan tahun 2030.

” LRSO akan menjadi elemen penting dari strategi pencegahan nuklir Amerika Serikat, tapi kami harus terus mendukung program ALCM sampai rudal ini benar-benar diterjunkan  dan ini tes baru-baru ini adalah indikasi yang jelas dari efektivitas dan keandalan ALCM,” kata Mayjen. Scott Jansson, komandan Air Force Nuclear Weapons Center ( AFNWC). Sistem senjata LRSO  akan menjadi kekuatan pengganda  untuk B-52, B-2 dan B-21.

Baca juga:

B-52: Selamat Tinggal Bom Bodoh

Facebook Comments