Hawk dan Falcon Indonesia Pantau Kebakaran Hutan

F-16 D 52IDF-16 D 52ID

Jet-jet tempur Hawk 100/200 milik Skuadro  Udara 12 dan F-16 Fighting Falcon milik Skuadron Udara 16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru dikerahkan untuk melaksanakan pemantauan titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru mengatakan  Rabu 11 Januari 2017  selain memantau kebakaran hutan dan lahan  dengan menggunakan pesawat tempur, Lanud RSN juga mengerahkan satu unit helikopter jenis NAS 332 Super Puma.

Khusus Super Puma, pemantauan dengan cara patroli tersebut akan dilakukan di wilayah ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Sementara pesawat tempur radius pantauan dilakukan mencapai 90 Nm atau sekitar 144 kilometer. Setiap hari rata-rata 22 kali latihan terbang yang sekalian akan memantau Karhutla.

“Sebelum ada Satgas  semua elemen dihimbau melakukan aksi cegah dan penanggulangan semaksimal mungkin. Termasuk kita Lanud RSN,” kata Danlanud dilaporkan Antara.

Hawk 100/200 TNI AU
Hawk 100/200 TNI AU

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa saat ini Lanud RSN konsentrasi memantau situasi di Taman Nasional Tesso Nilo. “Bila dibakar lagi, kita akan lakukan aksi nyata,” jelasnya.

Rabu pagi ini, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sembilan titik panas di Riau.

Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin menjelaskan titik panas tersebar di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak dan Kepulauan Meranti. Di Rokan Hulu dan Rokan Hilir, demikian Sugarin, masing-masing terpantau tiga titik panas.

Langkah Lanud RSN memantau Karhutla menggunakan pesawat tempur sebelumnya pernah dilakukan pada 2016 lalu. Saat itu, Lanud RSN yang merupakan bagian dari Satgas Penanggulangan Karhutla memantau titik panas dan titik api melalui udara untuk kemudian diinformasikan ke Satgas Karhutla.

Baca:

Indonesia Kirim F-16 ke Natuna, China Tidak akan Takut

 

 

Facebook Comments