For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Turki Tolak Penerbangan Pengintaian Rusia

Turki menolak untuk memberikan izin penerbangan pengintaian yang direncanakan Rusia dengan dasar perjanjian Open Skies. Moskow pun menuduh Ankara telah melanggar perjanjian.

Pejabat Departemen Pertahanan Sergei Ryzhkov mengatakan militer Turki telah menolak untuk mengizinkan misi dimaksudkan untuk memantau daerah-daerah dekat perbatasan Turki dengan Suriah dan pangkalan udara yang digunakan oleh pesawat tempur NATO.

Ryzhkov menuduh Turki menciptakan “preseden berbahaya bagi kegiatan militer yang tidak terkendali” dengan melanggar Perjanjian Open Skies. Perjanjian ini memungkinkan penerbangan observasi bersenjata di seluruh wilayah dari 30 peserta, termasuk AS, Rusia dan Turki.

Ryzhkov sebagaimana dikutip Defense News Rabu 3 Februari 2016 mengatakan bahwa Turki menolak memberi izin untuk pesawat terbang setelah inspektur Rusia tiba.

Hubungan Rusia-Turki tetap tegang setelah sebuah jet tempur Turki menembak jatuh bomber tempur Su-24 Rusia di perbatasan Turki-Suriah pada November lalu.

Baca juga:

10 Fakta Kerja Sama Militer Rusia dan Turki

Facebook Comments