
Rusia akan terus memberikan dukungan kepada pasukan pemerintah Afghanistan dan berrencana untuk menandatangani kontrak pengiriman beberapa helikopter Mi-35 ke Afghanistan pada bulan Oktober. Utusan presiden Rusia ke Afghanistan dan kepala Departemen Rusia Luar Negeri Kedua Asia Department Zamir Kabulov mengatakan kepada surat kabar Izvestia.
Wakil Presiden Afghanistan Abdul Rashid Dostum telah meminta Rusia untuk memberi bantuan militer di tengah upaya mereka memerangi ISIS.
“Rusia sudah memberikan sejumlah bantuan dalam memperkuat kemampuan pasukan pemerintah Afghanistan,” kata Kabulov. Dia menamabhkan Rusia juga memberikan persenjataan ke Afghanistan dan menyediakan pelatihan militer bagi personel militer Afghanistan.
“Kami berencana untuk menyimpulkan kontrak dengan Afghanistan pada bulan Oktober pada pengiriman, secara komersial, beberapa helikopter Mi-35 tempur,” kata Kabulov kepada surat kabar Izvestia Rusia.
Dia menekankan bahwa kunci untuk perdamaian dan keamanan di Afghanistan bukanlah kehadiran tentara asing di negara ini. “Afghanistan memiliki tentara dan banyak warga Afghanistan yang mampu membawa senjata dan tahu bagaimana menggunakannya dengan baik. Kita perlu memperkuat potensi nasional, dan tidak mencoba untuk membela pemerintah Afghanistan dengan pasukan asing,” kata Kabulov, menambahkan bahwa kehadiran Pasukan NATO / AS di negara itu telah menyebabkan munculnya ekstrimis.
Afghanistan terus berada dalam keadaan kekacauan politik dan sosial sebagai Taliban dan ISIS memanfaatkan ketidakstabilan di negara itu yang telah berlangsung sejak 2001 invasi pimpinan AS.
Pada hari Kamis, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov mengatakan bahwa jumlah militan ISIS di Afghanistan berjumlah sekitar 2.000-3.000 dan terus berkembang.

