Rusia Grounded Seluruh Su-24

Rusia Grounded Seluruh Su-24

Su-24
Su-24

Seluruh armada jet tempur supersonik Su-24 Rusia digrounded menyusul kecelakaan fatal Senin 6 Juli 2015 yang menewaskan dua pilotnya.
Kecelakaan yang terjadi di wilayah Khabarovsk dekat Laut Jepang, adalah salah satu dari lima insiden angkatan udara profil tinggi Rusia dalam waktu kurang dari satu bulan, mendorong kekhawatiran bahwa militer Rusia sedang terlalu berlebihan karena terus menampilkan kekuatan militernya di seluruh Eropa.

Rusia terus menerbangkan pesawat di wilayah udara internasional di Eropa mau tidak mau memang menggenjot energi pesawat mereka. Selain itu Rusia juga tidak henti-hentinya melakukan latihan perang. Pada minggu pertama Juni, sebuah MiG-29 dan jet tempur Su-34 jatuh pada hari yang sama di tempat terpisah. Sebuah pembom Tupolev jatuh empat hari kemudian saat lepas landas di Siberia, menewaskan satu dan melukai yang lain, dan mendorong Kremlin juga menggrounded seluruh armada untuk alasan keamanan.

Seorang ahli militer terkemuka Rusia mengatakan Newsweek bulan lalu bahwa peningkatan aktivitas angkatan udara Rusia menjadi penyebab munculnya serentetan insiden.

Grounded armada Su-24 akan memiliki efek serius pada kemampuan penerbangan Rusia. Pada tahun 2011, Kremlin menerbangkan sekitar 400 pesawat, salah satu yang paling banyak diterbangkan angkatan udara. Belum diketahui apakah Rusia telah menjual pesawat ke negara lain. Negara lain yang mengoperasionalkan pesawat ini adalah Aljazair yang pada tahun 2014 memiliki sekitar 38. Iran, Suriah dan Ukraina juga memiliki cukup banyak armada pesawat ini.