Penempatan THAAD Bisa Picu Serangan China ke Korea Selatan
THAAD

Penempatan THAAD Bisa Picu Serangan China ke Korea Selatan

THAAD-launch-10-2013

Dengan kemampuan untuk mendeteksi dan mencegat rudal balistik China, penyebaran Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)  ke Korea Selatan oleh Angkatan Darat AS dapat mengakibatkan konflik militer yang sebenarnya antara Washington dan Beijing. Demikian diungkapkan laporan tabloid nasionalis China, Global Times pada tanggal 3 Juni 2015.

 

Pentagon dan Seoul mengklaim bahwa penyebaran THAAD ke Korea Selatan akan melindungi bangsa dari serangan rudal Korea Utara. Tetapi  Theodore Postol dari Massachusetts Institute of Technology dan George Lewis Cornell dari Cornell University Amerika mengatakan selama wawancara dengan Hankyoreh, koran kiri berbahasa Korea yang berbasis di Seoul THAAD merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal balistik AS untuk digunakan melawan China di Timur Jauh.

 

Dilengkapi dengan sistem radar AN / TPY-2, THAAD mampu mendeteksi rudal balistik pada jarak 4.500 kilometer. Postol dan Lewis mengatakan bahwa penyebaran THAAD ke Korea Selatan sebenarnya untuk melindungi kepentingan AS dari potensi serangan rudal China. Jika Korps Artileri Kedua, kekuatan roket strategis China, meluncurkan rudal balistik di pantai Barat Amerika Serikat, maka dapat dengan mudah dideteksi oleh sistem radar THAAD dan dicegat oleh rudal anti-balistik yang ditembakkan dari Alaska.

 

Penyebaran THAAD untuk semenanjung Korea juga dapat merusak hubungan diplomatik antara China dan Korea Selatan. Jika China akhirnya memutuskan untuk melakukan serangan nuklir terhadap Amerika, THAAD akan menjadi ancaman utama untuk operasi China. Dengan demikian, Korea Selatan cenderung menjadi target serangan utama dari China sebelum Korps Artileri Kedua akan mampu meluncurkan serangan nuklir ke daratan AS.