Kapal perang Amerika mulai mendampingi kapal kargo Inggris di Selat Hormuz, juru bicara Pentagon, Senin 4 Mei 2015. “Mereka bertanya apakah kami akan menemani kapal berbendera mereka melalui selat Hormuz,” katanya sebagaimana dikutip Sputnik.
Departemen Pertahanan mengumumkan bahwa kapal perang AS akan menemani semua kapal komersial berbendera Amerika yang melewati Selat Hormuz. Misi ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa bantuan dapat diperluas ke negara-negara lain.
Seperti diberitakan pada tanggal 28 April, beberapa kapal patroli Angkatan Laut Iran mendekati Maersk Tigris, sebuah kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall.. Kapal itu kemudian diarahkan ke port Iran.
Maersk Tigris dilaporkan disita atas permintaan Pelabuhan Iran dan Organisasi Maritim karena perselisihan keuangan dengan pemilik kapal. Pada tanggal 29 April, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa penyitaan kapal itu sesuai dengan perintah pengadilan dan membantah ada motif politik di balik langkah itu.
Insiden itu terjadi di tengah ketegangan di Laut Arab di mana sebuah kapal kargo Iran dalam perjalanan ke Yaman dialihkan timur setelah beberapa kapal perang Amerika Serikat menguntitnya. Washington mengklaim bahwa Iran bisa saja mencoba untuk memasok senjata kepada pemberontak Houthi di Yaman, melewati embargo PBB.


