Iran: Di Manapun, Zionis Takkan Aman dari Pembalasan Hizbulah

Iran: Di Manapun, Zionis Takkan Aman dari Pembalasan Hizbulah

LEBANON-HEZBOLLAH-PARADE-ASHURA

TEHERAN: Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari menegaskan bahwa serangan Hizbullah terhadap patroli tentara Israel di perbatasan antara Israel Utara dan Selatan Lebanon adalah respon minimum untuk serangan udara yang dilakukan Israel ke Suriah dan memperingatkan bahwa mulai sekarang Zionis harus merasa tidak aman di manapun di dunia ini.

“Respon Hizbullah adalah respon paling minim yang diberikan kepada orang-orang Israel dan kami berharap bahwa respons ini akan menjadi pelajaran bagi mereka untuk tidak melakukan perbuatan yang salah lagi,” kata Jafari wartawan di Teheran, Jumat (30/01/2015).

Dia menekankan bahwa Republik Islam dan Hizbullah akan memberikan respon tunggal melawan rezim Israel, ia berkata, “Jika sel Hizbullah memutuskan untuk memberikan respon terhadap Zionis bergerak baru-baru ini, mereka (Israel) harus menunggu kekuatan yang lebih menghancurkan tidak hanya di perbatasan mereka tetapi dalam setiap bagian dari dunia bahwa Zionis Israel atau pendukung mereka yang hadir. ”

Jafari memperingatkan bahwa Tel Aviv harus mengharapkan tanggapan yang lebih berat dari gerakan perlawanan Lebanon sebagai pembalasan atas serangan udara terbaru rezim Israel di Dataran Tinggi Golan yang menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dan penasihat militer Iran.

“Serangan Hizbullah baru pada Israel merupakan respon dengan tingkat terendah dan kami berharap bahwa mereka mengambil pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut (di masa depan),” kata Mayor Jenderal Jafari.

Hampir dua minggu yang lalu, sebuah helikopter Israel menyerang Quneitra di Suriah Golan Heights, membunuh penasihat militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Ali Allahdadi serta putra komandan Hizbullah Imad Mughniyeh atas dibunuh dan 4 anggota Hizbullah lainnya.

Pada hari Rabu, 29 Januari 2015 Hizbullah Libanon menembakkan rudal anti-tank pada konvoi militer Israel di sepanjang perbatasan, dilaporkan menewaskan 15 tentara. Israel menanggapi dengan menyerang sebuah pangkalan militer Lebanon yang justru menewaskan seorang anggota pasukan pengamat PBB.

Sumber: Far News Agency