Xi Jinping Perintahkan Kapal China Lebih Dekat ke Pulau Senkaku

Xi Jinping Perintahkan Kapal China Lebih Dekat ke Pulau Senkaku

Destroher type 052C Changchun Angkatan Latu China di Laut China Timur
Destroher type 052C Changchun Angkatan Latu China di Laut China Timur

BEIJING: Sejak Desember 2014 ini ternyata diam-diam kapal patroli China di Laut China Timur telah berada lebih dekat di pulau Diaoyutai (Diaoyu atau Senkaku) yang disengekatan dengan Jepang.  Pergerakan ini di bawah perintah langsung dari Presiden Xi Jinping, menurut Asahi Shimbun, media di Jepang.

Dari bulan Agustus, kapal China masih beroperasi di jarak sekitar  200 km dari pulau-pulau yang dikonflikkan. Jarak itu disebut sebagai “garis tengah” antara China dan Jepang. Namun pada pertengahan Desember mulai terjadi pergeseran kapal jauh lebih dekat. Bahkan dua kapal patroli hanya tinggal berjarak 70 km dari pulau-pulau yang disengkatan.

Kapal-kapal dengan bobot perpindahan 7.940 ton dan kapal dan mampu membawa beban penuh 2.392 ton tentu saja membuat Jepang bereaksi. Angkatan Laut Bela Diri Jepang mengirim sebuah kapal patroli untuk memantau situasi.

Seorang pejabat militer China yang dikutip oleh surat kabar Jepang mengatakan bahwa perubahan kebijakan berasal dari Presiden Xi Jinping sendiri.

Angkatan Laut dan Udara China semakin aktif di Pasifik Barat dalam keterlibatan mereka dengan Jepang, menurut Duowei News, outlet media yang dijalankan oleh China di luar negeri  empat kapal PLA, termasuk salah satu Type 052 destroyer, dua tipe 054 frigat dan kapal pengisian berlayar ke selatan Selat Tsushima, perairan antara Jepang dan Korea yang bergabung dengan Laut China Timur dan Laut Jepang, pada 28 Desember.

Setelah melewati Soya-Kaikyo, selat antara Hokkaido dan Sakhalin, pada 25 Desember. Pesawat  A P-3C Orion Jepang pada 27 Desember juga melaporkan melihat sebuah kapal militer Rusia dan kapal selam menuju arah barat daya ke arah 50 km dari selat. Kapal Rusia yang terpantau adalah perusak kelas Admiral Panteleyev, Udaloy dan kapal selam rudal jelajah. (VIT)
Sumber: Want China Times