For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Inilah Analisa IHS Jane Tentang Kekuatan Militer Indonesia 2014

TNI ANGKATAN LAUT

KRI Bung Tomo (TOM-357) memasuki wilayah perairan Indonesia di sekitar Pulau Rondo, Minggu (7/9). Kedatangan KRI kelas Multirole Light Fregate (MRLF) buatan BAE System Maritime Naval Ship Inggris itu disambut oleh KRI Oswald Siahaan (OWA-354) di ujung paling barat pulau Sumatera, KRI TOM selanjutnya akan masuk ke jajaran Satuan Kapal Eskorta TNI AL bersama kapal fregate kelas Van Speijk
KRI Bung Tomo (TOM-357) memasuki wilayah perairan Indonesia di sekitar Pulau Rondo, Minggu (7/9). Kedatangan KRI kelas Multirole Light Fregate (MRLF) buatan BAE System Maritime Naval Ship Inggris itu disambut oleh KRI Oswald Siahaan (OWA-354) di ujung paling barat pulau Sumatera, KRI TOM selanjutnya akan masuk ke jajaran Satuan Kapal Eskorta TNI AL bersama kapal fregate kelas Van Speijk


Kekuatan laut telah melakukan investasi berbagai peralatan tempur dalam beberapa tahun terakhir termasuk Frigat Damen Sigma 10514, Korvet Bung Tomo BAE Systems, dan Kapal Selam DSME Chang Bogo. Tetapi tetap saja kekuatan TNI AL masih kurang signifikan untuk memberikan keamanan teritorial yang memadai. Para pejabat TNI AL menyebut mereka membutuhkan setidaknya 700 kapal permukaan dan baru memiliki sekitar 150. Kapal selam juga menjadi prioritas. Saat ini TNI AL mengoperasikan dua kapal selam Jerman kelas Cakrad kelas Type 209/1300 kapal yang dibangun pada 1970-an. Kapal pertama dari tiga kapal selam DSME baru akan memasuki layanan dari sekitar 2017. Waktunya hampir bersamaan dengan kapal pertama dari dua frigat Sigma.

KEKUATAN UDARA

Loading...
Facebook Comments

Loading...

Comments are closed.