For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Iran: Fenomena Terorisme Esktrimisme Tanpa Batas

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif meminta seluruh dunia untuk waspada. Menurutnya fenomena terorisme dan ekstremisme tidak memiliki perbatasan sehingga dapat mengancam keamanan di Eropa dan seluruh dunia.

Dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rumania, Carmen Burlaco, di Tehran Selasa, Zarif menekankan bahwa fenomena terorisme dan ekstrimisme adalah memperluas di wilayah tersebut, terutama di Suriah dan Irak.

Dia menjelaskan bahwa proposal berjudul “Dunia Menentang Kekerasan dan Extremism” (WAVE), yang diajukan oleh Iran tahun lalu di Majelis Umum PBB, bisa menjadi dasar bagi kerja sama dan kegiatan internasional untuk memerangi kekerasan dan ekstremisme.

Untuk bagiannya, Burlaco menyinggung perkembangan terbaru di wilayah tersebut, khususnya di Suriah, Irak dan Jalur Gaza, serta menekankan pentingnya perundingan dengan Iran mengenai situasi kawasan.

Dalam konteks yang relevan, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hussein Amir-Abdullahian mengatakan, resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pendanaan, dukungan dan mempersenjatai organisasi teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) akan mampu memfasilitasi misi PBB dalam kegiatan kemanusiaan di Suriah dan Irak.

Pernyataan itu datang dalam pertemuannya dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Urusan Kemanusiaan serta Koordinator Bantuan Darurat Valerie Amos di Teheran. Abdollahian menggarisbawahi perlunya mengurangi dampak isu-isu politik pada kegiatan kemanusiaan.Untuk bagiannya, Amos menunjukkan usahanya dalam menindaklanjuti memberikan bantuan kemanusiaan di Suriah, Irak dan di Gaza.

Dia mengatakan “Kami berusaha akan berkonsentrasi pada kebutuhan rakyat Suriah dan menindaklanjuti isu-isu tanpa mempertimbangkan dampak politik apapun.

Sebelumnya, Amos mengatakan dalam satu konferensi pers setelah pertemuannya dengan Zarif, bahwa organisasi teroris ekstrimis, di antaranya yang disebut ISIS telah melakukan banyak pelanggaran terhadap hak asasi manusia di negara-negara kawasan.

Sumber: Reuters

Facebook Comments