For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

8 Perusahaan Militer Rusia Masuk 100 Besar Dunia, Teratas Tetap Lockheed Martin

Su-34 dipersenjatai dengan meriam GSH-301 30mm dan 180 butir amunisi. Serta senjata yang mampu melakukan 1.500 tembakan dalam satu menit yang diletakkan di bagian moncong. Pesawat ini memiliki sepuluh cantelan senjata dan mampu membawa enam meriam laras panjang.

Delapan perusahaan militer asal Rusia masuk dalam 100 perusahaan militer kelas dunia yang disusun mingguan Defense News Amerika Serikat seperti dikutip Kantor Berita ITAR-TASS Rusia Selasa 5 Agustus 2014. Perusahaan yang fokus memproduksi sistem pertahanan udara Almaz-Antey menempati posisi 12 dari posisi 14 pada 2013 meskipun terkena sanksi dari AS. Almaz-Antey mempunyai pendapatan hingga 8,3 miliar dolar AS pada 2013 dari produksi perangkat pertahanan. Helicopters of Russia, di sisi lain, menempati peringkat ke-25 dari posisi 24 dengan perkiraan pendapatan hingga 3,4 miliar dolar AS pada 2013.

Perusahaan berikutnya yaitu United Engine-Building Corporation yang meloncat dari peringkat ke-49 menjadi peringkat ke-34 dengan pendapatan lebih dari 2,6 miliar dolar AS. Perusahaan pesawat Sukhoi juga termasuk 100 perusahaan militer dunia yang menempati peringkat ke-46 dari posisi 43 pada 2013. Sukhoi diperkirakan mempunyai pendapatan hingga 2,12 miliar dolar AS.

Perusahaan lain dari Rusia yang masuk dalam daftar itu adalah Radioeletronic Technologies (peringkat ke-52), produsen pesawat Irkut (peringkat ke-56), produsen pesawat MiG (peringkat ke-71), serta produsen sistem radar RTI System.

Sementara, produsen pesawat asal AS Lockheed Martin masih menempati posisi puncak meskipun pendapatannya turun 9,8 persen ke 40,49 miliar dolar AS.

Perusahaan Boeing mengikuti di peringkat ke-2 dengan pendapatan mencapai 32 miliar dolar AS dan perusahaan pertahanan asal Inggris BAE Systems menempati peringkat ke-3 dengan pendapatan 28 miliar dolar AS.

Facebook Comments