For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

China Terus Kembangkan Kemampuan Hancurkan Satelit

China pada 23 Juli 2014 lalu mengumumkan keberhasilannya melakukan uji coba rudal balistik anti rudal. Namun pakar pertahanan AS dan Departemen Luar Negeri AS menilai sebenarnya tes itu adalah uji rudal antisatelit. Dan ini adalah keberhasilan tes ketiga yang kian memunculkan kekhawatiran karena China bisa sewaktu-waktu menghancurkan satelit Amerika di luar angkasa.

“Uji ini menunjukkan potensi Tentara Pembebasan Rakyat China untuk menguasai ruang angkasa di atas negaranya,” kata Mark Stokes, seorang spesialis rudal China Proyek 2049 Institute.
Dua tes pertama China anti-satelit, 2007 dan 2010, melibatkan SC-19 (varian rudal balistik DF-21). Meskipun dua pertama melibatkan SC-19, hanya pada 2007 rudal benar -benar menghancurkan sebuah platform berbasis ruang angkasa. Sebuah satelit milik China yang sudah tidak berfungsi mampu dihancurkan. Akibatnya China diprotes karena memunculkan badai puing-puing satelit yang membahayakan satelit negara lain.
Tidak semua orang yakin China sedang mengembangkan sistem ini. Hans Kristensen, Direktur Proyek Informasi Nuklir untuk Federasi Ilmuwan Amerika, adalah salah satunya.
“Yang pertama [observasi] bertanya-tanya mengapa Cina menghabiskan tenaga dan uang untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal anti-balistik. Sementara Amerika dan Rusia bertahun-tahun melakukannya dan sudah jauh lebih sukses,” ujarnya.

Kristensen mengatakan pengamatan kedua adalah bahwa keputusan China untuk. Dia tidak percaya bahwa sistem pertahanan rudal China akan mampu menandingi AS dan Rusia yang sudah jauh lebih canggih dan besar. “Rudal China kemungkinan cukup untuk mengantisipasi serangan rudal nuklir dari India,” ujarnya.

Sumber: defensenews

 

Facebook Comments