For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

We Are Strike Eagle

U.S. Air Force photo/Staff Sgt. Corey Hook

Sebuah foto keren yang memperlihatkan empat F-15E Strike Eagles 334th Fighter Squadron di Seymour Johnson Air Force Base, N.C ketika terbang di atas New York City pada 10 September 2016.  F-15 ini terbang di atas New York untuk penutupan kejuaraan tenis Amerika Terbuka.

Pada 13 Desember 1986, di fasilitas produksi McDonnell Douglas di Lambert di Saint Louis, Missouri F-15E Strike Eagle memulai sejarahnya dengan terbang pertama  ke langit. Sebuah tonggak yang membawa pesawat tersebut akhirnya menjadi andalan Amerika dan sejumlah negara dalam membangun kekuatan serang sekaligus pertahanan udara.

Sejarah Strike Eagle dimulai ketika pada akhir 1970-an, tidak lama setelah F-15C menempatkan dirinya sebagai kekuatan dominan di arena superioritas udara. McDonnell Douglas mulai mengeksplorasi ide sebuah varian Eagle yang dirancang khusus untuk misi serangan. Desainer membayangkan sebuah jet yang bisa memiliki kemampuan melindas target darat tetapi mempertahankan kemampuan untuk melawan pesawat lain.

Setelah Angkatan Udara mulai Tactical All-Weather Requirements Study maka pembangunan dimulai. Pada bulan Maret 1981, USAF mengumumkan kompetisi ual-Role Fighter (DRF) untuk mencari pengganti F-111 Aardvark dan F-4 Phantom.

F-16XL dan F-15E maju untuk evaluasi  yang berlangsung sampai April 1983. Kedua pesawat melakukan unjuk kemampuan tingkat tinggi mereka. Hingga pada 24 Februari 1984, USAF memilih F-15E dan berencana mendapatkan hampir 400 pesawat.

Pesawat pertama dikirim ke Angkatan Udara pada tahun 1988, dan hanya dua tahun kemudian pesawat langsung masuk medan perang saat bergabung dalam Operasi Desert Shield.

Facebook Comments