12 Pesawat Tempur AS yang Gagal Terbang

Northrop F-20 Tigershark 1982

northrop-f-20-tigersharkNorthrop F-20 adalah variasi dari pesawat tempur yang banyak digunakan F-5E Tiger II. Pengembangan F-20 dimulai pada tahun 1975, terinspirasi oleh Program FX Pentagon yang menceari pesawat tempur ringan yang akan bersaing dengan pesawat terbaru Soviet tapi tanpa teknologi sensitif yang digunakan dalam Angkatan Udara F-15 dan F-16. Dengan cara itu, F-20 akan mudah diekspor ke negara-negara asing tanpa memiliki risiko teknologi mutakhir jatuh ke tangan Soviet.

F-20 sesuai dengan kebutuuhan, meningkatkan F-5 dengan sayap dan ekor didesain ulang dan menggunakan mesin tunggal GE F404 seperti yang digunakan di F/A-18.

Dorong tambahan, dikombinasikan dengan bahan komposit, , fly-by-wire flight control dan avionik modern, dengan harga jauh lebih rendah daripada F-15 atau F-16.

Tigershark pertama terbang pada bulan Agustus 1982 dan meskipun tiga dibangun, tetapi geopolitik berubah ketika Departemen Luar Negeri dan Angkatan Udara menilai pesawat itu akan mengganggu penjualan F-16. Pesawat menjanjikan inipun ditutup pada tahun 1986.

General Dynamics F-16XL, 1982

general-dynamics-f-16xlDari namanya, jelas dari mana asal F-16XL. Tetapi ini adalah pesawat sayap delta besar yang dikembangkan dari Fighting Falcon.

Kenapa harus memasang sayap delta?  Karena desainer General Dynamics ingin memberi F-16 daya angkat lebih besar, lebih banyak bahan bakar, dan stabilitas yang lebih baik pada kecepatan tinggi dan ketinggian rendah.

Ini adalah karakteristik yang diinginkan dalam program Enhanced Tactical Fighter Angkatan Udara AS  yang mengadu XL melawan F-15E Strike Eagle dalam sebuah kompetisi untuk menggantikan F-111 dalam peran interdiksi yang mendalam.

F-16XL muncul dari program internal General Dynamics yang dimulai pada tahun 1977 dan pertama kali terbang pada bulan Juli 1982.  Pesawat ini sangat baik pada kecepatan tinggi dan ketinggian rendah dan memiliki rentang yang lebih daripada Falcon. Namun, USAF memilih F-15E yang bisa membawa lebih payload, memiliki mesin kembar, dan dua kru.

Northrop-McDonnell Douglas YF-23, 1990

northrop-mcdonnell-douglas-yf-23Diciptakan untuk kompetisi Advanced Tactical Fighter Angkatan Udara untuk menggantikan F-15, dua prototipe YF-23 dibangun selama 50 bulan. Seperti YF-22, yang kemudian menjadi Lockheed / Boeing F-22 Raptor, YF-23 diharapkan memiliki sifat siluman, mudah dalam pemeliharaan, bermanuver, dan mampu menjelajah pada kecepatan supersonik tanpa menggunakan afterburner.

Northrop bekerja sama dengan McDonnell Douglas untuk mengembangkakn YF-23, yang pertama kali terbang pada bulan Agustus 1990. Pesawt ini sebenarnya lebih cepat dan lebih siluman dibandingkan F-22.

Tapi Raptor lebih bermanuver dan menembakkan peluru kendali udara ke udara selama evaluasi sementara YF-23 tidak. USAF juga menganggap YF-22 memiliki risiko teknis yang lebih kecil dan akhirnya dipilih pada tahun 1991. Pada tahun 1994 Northrop menawarkan kemungkinan menggunakan YF-23 sebagai bomber siluman interim tapi Pentagon tidak tertarik.

Boeing X-32A / B, 2000

boeing-x-32aBoeing X-32 dibangun untuk kompetisi Joint Strike Fighte untuk berhadapan dengan Lockheed X-35. X-32 menggunakan sayap delta menyatu dan sistem dorong angkat langsung mirip yang digunakan pada  -8B Harrier Marinir untuk lepas landas / mendarat. Vertical. Pekerjaan desain dimulai pada pertengahan 90-an dan X-32 pertama kali terbang pada September 2000.

Dua prototip dibangun untuk versi lepas landas konvensional dan STOVL. Sementara Lockheed X-35, bisa transisi antara konfigurasi konvensional / STOVL di pertengahan penerbangan.

Daya dorong X-35 yang lebih besar yang memungkinkannya untuk take off dalam waktu kurang dari 500 kaki, terbang supersonik dan mendarat secara vertikal di satu penerbangan yang menjadi keunggulan atas X-32.

Facebook Comments